Analisis Ragam Komunikator Politik Indonesia | Individu atau suatu kelompok yang menyampaikan pesan poltik berisi tentang kekuasaan pemerintah, kebijakan pemerintah, aturan pemerintah, kewenangan pemerintah untuk mempengaruhi masyarakat di suatu wilayah tertentu disebut dengan komunikator poitik. Orang atau kelompok orang yang dapat mempengaruhi public biasanya sangat berpengaruh dalam suatu organisasi, baik itu organisasi besar maupun organisasi kecil. Salah satu tugas dari komunikator politik adalah untuk menyampaikan informasi yang dapat mempengaruhi khalayak luas sehingga suatu organisasi berkembang secara cepat dan luas.
Analisis Ragam Komunikator Politik Indonesia
Dan Nimmo (1989) membedakan ragam komunikator politik menjadi politikus, profesional, dan para aktivis.
Politikus
Politikus adalah orang yang ingin mendapatkan jabatan pemerintah, tidak peduli apakah mereka dipilih, ditunjuk, atau pejabat karier, dan tidak mengindahkan apakah jabatan itu eksekutif, legislatif, atau yudukatif. Daniel Katz (dalam Nimmo, 1989) membedakan politikus menjadi dua hal yang berbeda, yaitu: politikus ideolog (negarawan) dan politikus partisan.
Politikus ideolog adalah para politikus yang lebih memprioritaskan kepentingan public daripada kepentingan kelompoknya sendiri. Sedangkan politikus partisipan lebih memprioritaskan kepentingan kelompoknya daripada kepentingan bersama/publik.
Menjelang pemilihan presiden tahun 2019, beberapa partai politik dan para elite politik mulai berlomba-lomba untuk menyampaikan visi misi mereka kepada masyarakat luas . Dalam menyampaikan visi dan misi tersebut, partai politik menggunakan semua aspek komunikasi untuk menyakinkan khalayak luas. Penggunaan media massa adalah salah satu cara yang paling efektif untuk memudahkan penyampaian visi misi dan meningkatkan citra dari para elite politik yang ada di Indonesia.
Hal ini dapat kita lihat dari masuknya partai politik ke dalam berbagai perusahaan penyiaran khusunya dalam industri televisi Indonesia. Hampir semua stasiun televisi nasional berlomba untuk mengangkat citra partai politik mereka dengan memperlihatkan sisi baik dari partai tersebut dan menyembunyikan sisi buruk dari partai politik tersebut.
Profesional
Orang-orang yang mencari nafkah dengan memanfaatkan keahliannya dalam berkomunikasi disebut dengan para profesional. Media massa mengandalkan pembentukan dan pengelolaan lambang-lambang dan khalayak khusus.
Di sinilah peran seorang komunikator politik profesional yang mampu mengendalikan keterampilan yang khas dalam mengolah simbol-simbol dan memanfaatkan keterampilan tersebut untuk mempersatukan berbagai macam kelompok orang yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
Komunikator profesional dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu komunikator profesional yang disebut jurnalis dan profesional promotor. Jurnalis merupakan karyawan organisasi yang berperan menghubungkan suatu peristiwa atau informasi dengan khalayak luas, meliputi pengumpulan, persiapan, penyajian, dan penyerahan laporan. Adapun yang dimaksud dengan promotor ialah karyawan suatu organisasi yang dibayar untuk mengajukan kepentingan dari organisasi tersebut.
Salah satu tokoh jurnalis yang paling berpengaruh di indonesia adalah Asa Basaqih, beliau memulai karir sebagai jurnalis dengan menjadi penerjamah berita berbahasa arab ke bahasa Indonesia yang dimuat di Kabar Harian pemandangan.
Asa Basaqih juga merupakan penulis lepas di dua media yang berpengaruh pada masa penjajahan hindia belanda, yaitu Harian Pemandangan dan majalah Pandji. Namun akhirnya Kabar Harian Pemandangan tidak diterbitkan lagi karena dilarang oleh pihak Hindia belanda karena dianggap kerap menghambat pemerintahan Hindia belanda.
Tokoh yang lebih dikenal dengan sebuatan Wan Asa tersebut kemudian bekerja di kantor berita Jepang yang bernama Domei sebagai redaktur, Wan asa memanfaatkan peluangnya di domei untuk menyelipkan berita kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah kedaulatan kemerdekaan Indonesia diakui secara utuh, maka Domei berganti nama menjadi Antara dengan pimpinan redaksi Asa Basaqih dan dibantu oleh Mochtar Lubis.(www.nu.or.id)
Aktivis
komunikator politik utama yang bertindak sebagai saluran organisasional dan interpersonal disebut sebagai aktivis. Biasanya para aktivis tidak memegang ataupun menginginkan jabatan di lembaga pemerintah, berbeda dengan politikus yang menjadikan dunia politik sebagai lapangan kerja mereka. Para aktivis biasanya bukanlah seorang yang profesional dalam berkomunikasi, namun keahlian mereka cukup baik dalam melakukan orasi.
Pada akhir tahun 2016 silam saat sedang bergejolaknya kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Thaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ahok. Beberapa aktivis ditangkap oleh aparat kepolisian. Para aktivis ini diduga mencoba melakukan makar dengan memanfaatkan massa ormas FPI yang hendak berorasi menuntut Ahok agar dihukum.
Salah satu aktivis politik yang ditangkap saat itu adalah Sri Bintang Pamungkas karena dugaan penghasutan melalui media sosial. Penangkapan ini dilakukan setelah beredarnya sebuah video yang berisi hasutan untuk melakukan makar di situs berbagi video Youtube.
Aktivis Sri Bintang Pamungkas lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 25 Juni 1945. Dia merupakan tokoh pergerakan, reformis, aktivis, dan juga orator hebat dalam masa-masa akhir jabatan dan penggulingan Presiden Soeharto. Bahkan Sri Bintang Pamungkas pernah dipenjara pada masa Presiden Soeharto, namun kembali dibebaskan saat masa presiden Habibie. (sindonews).
0 comments